Wednesday, 3 June 2015

TAHAPAN MEMULAI BISNIS BUDIDAYA LELE - Part 2 (Perlengkapan Non-Teknis)

Kalau sebelumnya saya sudah membahas mengenai kolam, kali ini saya bahas mengenai non-teknisnya. Banyak faktor non-teknis yang bisa membuat hal yang keliatannya mudah, menjadi amat sangat sulit. Faktor-faktor tersebut:

  1. Penjaga/Pengurus Kolam, kalau anda memiliki rutinitas lain yang menghalangi untuk bisa menjaga kolam dan memberi makan ikan, tentu harus merekrut orang untuk menggantikan peran tersebut. Orang tersebut harus bisa dipercaya dan disiplin, karena tugasnya adalah memberi makan ikan sehari 3-6 kali. Saran saya berikan karyawan anda nantinya sistem bagi hasil(komisi), untuk membuat karyawan memiliki rasa tanggung jawab yang lebih besar.

  2. Air Tanah dan Pompa Air, untuk kolam tidak dianjurkan untuk menggunakan air PDAM karena sudah terdapat beberapa bahan kimia untuk menjernihkan air. Pilihan terbaik menggunakan air tanah, dimana kualitas air lebih murni dan mendapatkannya lebih mudah. Namun tidak semua daerah memiliki air tanah yang melimpah, jadi harus diperhatikan apakah daerah anda bisa diambil air tanahnya dengan mudah. Pompa air juga harus menyesuaikan dengan banyak kolam yang akan dibuat. Saya sendiri menggunakan pompa shimizu, tipe yang daya hisapnya kurang besar, sehingga amat lama sekali untuk mengisi 1 kolam ukuran 3.5x 5 meter.
Dua faktor ini amat penting untuk dipersiapkan terlebih dahulu, terutama poin nomor satu. Penjaga ini memiliki tugas memberi makan sampai dengan 6x sehari, mengganti air seminggu sekali, dan memisahkan ikan yang terkena penyakit. Namun bila lokasi kolam jadi satu dengan rumah, tentu poin satu ini bisa anda kesampingkan, bisa minta tolong ke istri, orang tua, atau anak. Poin kedua seharusnya tidak menjadi masalah untuk yang tinggal di daerah pulau Jawa, karena rata-rata air tanah mudah untuk didapat, hanya kedalaman mengebor tiap daerah berbeda.

TAHAPAN MEMULAI BISNIS BUDIDAYA LELE - Part 1 (memilih media kolam)

Untuk memulai sebuah bisnis, perlu melihat modal yang kita miliki. semakin besar modal tentu memberi keuntungan dan keluwesan dalam mengambil keputusan, namun untuk yang memiliki modal kecil anda masih bisa untuk memulai bisnis budidaya lele. Ada beberapa pilihan untuk memulainya, ada yang menggunakan kolam terpal sebagai media penampung air, sungai, ataupun kolam semen. Anda dapat menyesuaikan modal dan jenis kolam yang ingin dibuat.

Media penampung air (kolam) bisa bervariasi, anda bisa memilih kolam yang sesuai dengan budget, berikut beberapa pilihannya:

  1. Kolam Terpal, kolam terpal lebih sering dipakai sebagai kolam oleh banyak pengusaha ikan, karena kolam terpal memiliki harga yang terjangkau. Terpal yang sering digunakan adalah terpal jenis A15. Terpal ini memiliki ketebalan sedang, 1 tingkat diatas terpal yang biasa dipakai untuk penutup warung-warung pinggir jalan. Harga terakhir tanggal 3 Juni 2015, harga terpal permeter2 sekitar Rp. 10.900 - Rp. 11.500.(harga di tiap daerah mungkin berbeda, ini harga pasaran di surabaya). Untuk membuat kolam 2x1 dibutuhkan terpal 4x2, beberapa tempat penjualan terpal sudah menambahkan jasa pemasangan ring sebagai pengikat terpal. Kelebihan kolam ini adalah kemudahan dalam menjaga kandungan airnya..

  2. Kolam Semen, kolam ini memiliki kelebihan tahan lama, hanya saja tidak bisa langsung dipakai, karena kolam yang baru jadi masih berbau semen. Kolam ini setelah selesai pembuatannya, harus direndam terlebih dahulu untuk menghilangkan bau. Kekurangannya adalah kolam ini memiliki biaya paling mahal. Untuk ukuran 2.5x7 butuh biaya sekitar Rp. 5.000.000. Setelah masa panen kolam semen juga lebih ribet dibandingkan kolam terpal, karena harus dibersihkan dulu untuk bisa dipakai lagi.

  3. Sungai/kolam tanah, ini kolam yang paling murah dan mudah membuatnya, hanya saja tidak menjadi favorit karena ph dan air sangat sulit untuk dijaga.
Jadi pemilihan media kolam ini dapat disesuaikan dengan modal yang dimiliki, ataupun disesuaikan tingkat kemudahannya. Saat ini saya dan seorang teman akan mencoba membuat kolam dari bahan terpal, modal yang dikeluarkan untuk terpal sekitar 130rb (ukuran kolam 2x1x1), dan kayu rangka ukuran 46 sekitar 80rb. Untuk foto dokumentasi akan saya upload beberapa hari ke depan.

Tuesday, 2 June 2015

Welcome to my firstblog..

Well, ini adalah blog pertama saya. Blog ini bertujuan untuk media saya sharing ilmu ataupun info yang sudah saya dapatkan, terutama mengenai budidaya lele. Kenapa ada kota mojokerto di blog saya? ada 2 alasan, yang pertama karena lokasi kolam budidaya saya berlokasi di Mojokerto, dan yang kedua karena nama-nama blog yang lebih keren sudah habis dipakai.

Saya bukan pakar dalam bidang perikanan, saya sendiri juga sedang merintis usaha budidaya kolam lele. jadi mohon harap maklum bila mungkin ada beberapa kesalahan dalam teori ataupun praktek lapangannya. Melalui blog ini saya berusaha untuk membagikan ilmu yang saya dapatkan, baik yang langsung dari ahlinya, ataupun yang saya dapatkan dari buku.

semoga isi blog ini bisa membantu kalian yang ingin memulai bisnis lele. Salam SUKSES!!!